Cara Alami Mengobati Mata bintitan

Mata bintitan adalah penyakit yang muncul di dekat mata, lebih tepatnya kelopak mata. Biasanya yang terjadi adalah benjolan kecil seperti jerawat, berwarna merah, menyakitkan, membuat kepala pusing dan tentunya seiring waktu menjadi bengkak. Penyebabnya banyak, namun biasanya berhubungan dengan infeksi folikel bulu mata atau biasa diketahui sebagai minyak kelenjar mata.

Penyakit mata bintitan ini sebenarnya dapat hilang dan sembuh walaupun didiamkan. Biasanya bengkak mulai membaik hanya dalam waktu beberapa minggu saja. Namun begitu, rasa sakit pada saat penyembuhan alami itulah yang menjadi masalah. Oleh sebab itu, untuk mempercepat menyembuhan serta meringankan rasa sakitnya, beberapa cara alami mengobati mata bintitan di bawah ini akan membantu Anda.

Baca juga: 6 Cara Mudah Cantik Alami Menggunakan Jeruk Nipis

1. Membersihkan bagian sekitar mata

 Membersihkan bagian sekitar mata

Penyebab mata bintitan mungkin bisa terjadi akibat bakteri dan make up yang berlebih sehingga membuat daerah sekitar mata menjadi iritasi. Oleh sebab itu, wajib bagi Anda untuk membersihkan bagian-bagian sekitar mata, agar kotoran yang melekat tidak menyumbat pori-pori.

Untuk memulai membersihkan, Anda harus mencuci tangan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih. Setelah itu Anda dapat menggunakan kapas atau tisu yang lembut sebagai perantara. Gunakan air hangat agar rasa sakit dan perih mereda. Selain air panas, Anda juga dapat menggunakan scrub kelopak mata. Biasanya scrub seperti itu digunakan untuk sampo bayi.

Perlu diingat sekali lagi, semua alat yang Anda pakai, baik tangan, kapas, tisu, kain dan air harus benar-benar bersih. Jika tidak, maka Anda hanya akan mengirimkan puing-puing kotoran dan kuman ke bagian mata yang bintitan. Terlebih, sering kali tangan atau benda yang kotor dapat mengirimkan bakteri bernama stafilokokas (bakteri penyebab iritasi pada folikel rambut atau kelenjar yang terdapat pada sudut mata).

2. Gunakan kompres hangat

Kompres mata

Untuk mengurangi rasa sakit akibat mata bintitan, Anda dapat mengompresnya dengan air hangat. Lakukan cara ini sekitar 3 hingga 4 kali setiap hari hingga bengkak menghilang. Selain itu, pada setiap pengompresan, lakukan berulang-ulang. Jika kompres sudah dingin, hangatkan kembali dan seterusnya.

Anda dapat memulai tips yang satu ini dengan menyiapkan kain lembut yang bersih dan air hangat. Celupkan kain ke dalam baskom berisi air hangat lalu peras. Setelah itu, Anda bisa meletakkan kain di atas mata yang bintitan. Diamkan sembari Anda rileks sejenak.

3. Obati dengan krim antibakteri

Mata Bintitan 2

Untuk pembunuh rasa sakit dan menyembuhkannya, Anda mungkin memerlukan krim antibakteri. Biasanya krim seperti ini dijual di apotek atau puskesmas terdekat di rumah Anda. Sedangkan bentuknya sendiri biasanya adalah cairan yang diterapkan dengan cara ditetes.

Pada krim antibakteri terdapat senyawa yang bernama Anestesi lokal. Zat tersebut bermanfaat untuk memberikan bantuan sementara pada pasien dalam menghadapi rasa sakit yang diakibatkan oleh bintitan.

4. Beberapa bahan herbal

Mata Bintitan 3

Banyak bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat mata bintitan dan menyembuhkan. Diantara yang paling terkenal adalah ketumbar dan daun jambu biji.

Anda dapat mencuci biji ketumbar, lalu merendamnya dalam air hingga kurang lebih 1 jam. Setelah itu saring airnya dan gunakan air tersebut untuk mencuci mata Anda. Kandungan baik pada benih biji ketumbar mampu mengurangi pembengkakan.

Selain ketumbar, Anda dapat menggunakan daun jambu biji. Caranya mudah, Anda hanya perlu merendam daun jambu biji di wadah berisi air hangat. Setelah itu, letakan daun tersebut di area mata bintitan selama 10 menit.

Jika beberapa cara alami mengobati mata bintitan tersebut belum berhasil dan pembengkakan tidak urung sembuh, Anda mungkin harus pergi ke dokter atau puskesmas untuk meminta resep, salah satunya adalah obat antibiotik. Mungkin saja masalah mata yang sedang Anda alami berhubungan dengan penyakit yang lebih parah lagi. Terlebih jika pembengkakan menyebar ke area lain.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *