Jangan Panik! Benjolan Di Payudara Belum Tentu Anda Terkena Kanker

Image by prweb

Image by prweb

Salah satu cara paling dianjurkan untuk mengecek munculnya kanker payudara adalah dengan mengecek apakah ada benjolan yang muncul di payudara. Namun ternyata adanya benjolan tersebut belum tentu menjadi vonis bahwa Anda terkena kanker payudara.

Dilansir dari DetikHealth, dr Carmen selaku wakil ketua yayasan kanker Indonesia (YKI) mengatakan bahwa benjolan juga bisa muncul akibat pembesaran kelenjer susu akibat horman, ketika ditanya pada Diacara edukasi masaal periksa payudara sendir (SADARI).

Terlebih pada wanita muda seperti siswi di tingkat sekolah menengah, benjolan yang disebut fibro adenoma mamae (FAM) lebih umum terjadi dibandingkan benjolan kanker.

“Banyak sih penderitanya juga dan itu sebenarnya tidak perlu operasi. Bisa terjadi pada anak sekolah,” kata Carmen.

FAM sendiri adalah bentuk tumor jinak pada payudara. Penanggung Jawab Klinik YKI, dr Poernomo Sigit Sidi mengatakan tidak semua tumor akan berkembang menjadi kanker. Benjolan akibat tumor jinak akan tetap di satu tempat, tidak menyebar, dan tidak berbahaya.

“Kutil itu tumor jinak, tahi lalat itu tumor jinak, tapi dia hanya ada disitu tidak menyebar. Kalau tumornya ganas terus berkembang dan menyebar baru kita sebut itu kanker,” papar dr Poernomo saat ditemui pada acara yang sama.

Benjolan Tumar Kanker & Tumor Jinak, Apa Bedanya?

Secara terpisah Kepala Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Walta Gautama, SpB(K) Onk, mengatakan benjolan kanker berciri keras, tidak rata, bersisik, dan tidak disertai rasa nyeri.

Di lain sisi benjolan FAM yang biasanya muncul pada wanita muda bersifat lunak, mudah bergerak, serta disertai rasa nyeri terutama saat menstruasi.

Karena perbedaan sifat dari benjolan tersebut, dr Poernomo mengatakan penting bagi wanita untuk mengetahui perubahan pada payudaranya. “Jadi memang kadang-kadang mereka tidak mengerti itu benjolan apa. Makanya dengan edukasi ini diharapkan mereka begitu menemui benjolan datang ke dokter,” tambah dr Poernomo.

301 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*